Selasa, 19 Mei 2015

Agama adalah benteng diri yang paling kokoh


Di era teknologi informasi ini, kehidupan manusia terasa nyaman, enak kepenak, semuanya serba ada dan bumi ini seakan berada ditelapak tangan karena mudahnya informasi yang dapat diakses. Tetapi dibalik keserbaadaan kehidupan ini ada sesuatu yang sangat memrihatinkan semua pihak yaitu dekadensi moral atau kemerosotan moral. lebih parahnya lagi, ketika manusia telah kehilangan fitrahnya sebagai manusia, sehingga dalam setiap perbuatannya ia tidak menggunakan akalnya, namun hanya menuruti nafsunya.
Jika sesuatu sudah keluar dari fitrahnya, maka tinggal menunggu saat kehancuran. Sebagaimana darah dalam tubuh kita, kadar oksigen, kadar pH, kadar gula, dan tensinya telah ditetapkan dalam ukuran tertentu. Hal ini membuat kita tetap dalam keadaan sehat. Tetapi jika semua itu tidak  dalam keadaan normal (sesuai ukuran), maka akan timbul beberapa penyakit seperti asam urat, diabetes, darah tinggi, serangan jantung, dan lain-lain.
Dekadensi moral dapat disebabkan oleh faktor hakikat manusia itu sendiri, yakni hewan yang berakal. Dari hakikat ini dapat disimpulkan bahwa manusia terdiri dari 2 unsur, yaitu unsur hawaniyah dan unsur aqliyah. Dan diantara unsur-unsur hawaniyah diantaranya adalah kekuatan kesenangan (quwwah syahwiyah) yang meliputi kesenangan jabatan, wanita, harta, kehormatan, dan hiburan. Dan kekuatan marah (quwwah ghadzabiyah) meliputi kesenangan amarah seperti terjadi perkelahian, tawuran, perang antar kelompok dan pembunuhan, dan lain-lain.
Dan sudah banya teori atau usaha yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait untuk mewujudkan akhlak yang mulia sejak zaman perjuangan, seperti yag dilakukan NU dengan gerakan Mabadi’u Khairu ummah dan Taman Siswa yang dicanangkan oleh Ki Hajar Dewantara dan saat ini pemerintah juga telah memandang perlu pendidikan akhlak dengan program yang dikenal dengan PKB (Pendidikan Karakter Bangsa). Ini sebagai bukti bahwa akhlak adalah sesuatu yang sangat prinsipil. Dari beberapa keterangan tentang pendidikan dapat disimpulkan bahwa kunci akhlak yang mulia ada tiga:
1.     Kecerdasan Otak (Intelektual Quotient)
Untuk meningkatkan kualitas manusia sebagai makhluk individu.
2.    Kecerdasan Emosional (Emosional Quotient)
Untuk meningkatkan kualitas manusia sebagai makhluk sosial.
3.    Kecerdasan Spiritual (Spiritual Quotient)
Untuk meningkatkan kualitas manusia sebagai hamba Allah SWT.
Yang mamiliki ketiganyaa akan menjadi manusia yang sempurna (insan kamil) yang jenius dan berakhlak sesama manusia dan kepada Allah SWT.
Tetapi apabila hanya karena IQ akan melahirkan manusia yang cerdas otaknya saja tetapi tidak tidak punya perasaan dan ilmunya diperalat untuk mengeruk harta kekayaan tanpa memperdulkan nasib orang lain. Sedangkan EQ akan melahirka orang-orang yang baik hati tetapi dungu cara berfikirnya sehingga, mudah untuk ditipu dan didzalimi orang lain. Dan SQ yaitu suatu kepercayaan kepada Allah SWT yang Maha Mengetahui segala apa yang diperbuat hambanya. Jika orang merasa dirinya selalu diawasi oleh Allah SWT maka ia tidak akan berani berbuat maksiat.
Dari uraian inilah maka disimpulkan  bahwa “Agama adalah Benteng Agama yang Paling Kokoh”



2 komentar: